”Pemuda, ada kalanya seperti kita, hidup dan merasa dihidupi oleh lingkungan luar, oleh kampus, oleh organisasi, oleh kamar singgah, oleh tempat perkumpulan teman-teman dekat. Hingga dua puluh empat jam habis tersita dengan segudang aktivitas, kadang lupa bahwa diri punya tempat pulang bernama rumah. Di mana ibu merindu, ayah menunggu, adik kakak sanak saudara berharap mendengar monodrama tentang pagi hingga kembalimu.
Detin Nitami dalam Gentala (via kuntawiaji)
yeah..pernah banget kayak gini :|
Reblogged 9 months ago from kuntawiaji